" aku tersesat di Kota Cinta. Hanya ada satu cara untuk keluar dari kota cinta, yaitu menunggu Bus Patah Hati. Aku pun terus menunggu di halte Kebohongan. Disana banyak orang yang terjebak dalam Kesunyian. Aku pun melihat ke sekelilingku, dan aku menemukan sebuah pintu kecil yang bernama Pintu Hati. Aku mencoba masuk kesana. Setelah membuka pintu itu, aku menemukan ruang gelap dan kosong. Aku pun menerangi ruang itu dengan cahaya Kejujuran. Aku menemukan sebuah jalan didalam ruangan itu. Itu adalah Jalan Kepastian. Aku pun berjalan terus tanpa henti. Dari kejauhan aku melihat sebuah kota kecil. Aku berlari dan mendekati kota itu. Kota itu bernama Kota Cinta Sejati. Disana ada banyak orang yang tinggal dengan Senyuman dan Kebahagian.
Akhirnya aku memutuskan untuk tinggal disana, bersama Kasih Sayang selamanya. Dan melupakan Bus Patah Hati.
jadi, bagaimana menurut kalian? childish or terlalu puitis?
seingat aku, aku nulis ini waktu aku lagi kasmaraan sama seorang cowo. tiba2 aja waktu mikirin dia kata2 ini langsung muncul, dan aku langsung mengabadikannya. :)
*kenapa hari ini aku nulis lagi cerita ini, karna hari ini aku kasmaran lagi.* :) (kasmaran karna Dia)
cerita ini masih ada lanjutannya. to be continue..
kasmaran "lagi"???
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusknapa postingnya diapus?
BalasHapus